
TANPA PERHITUNGAN
Hallo semua, bagai mana keadaan anda hari ini? semoga pembaca semua hari ini dalam keadaan baik-baik saja. Hari ini aku di sudutkan dengan pilihan yang berat, dan semuanya harus menguras tenaga saya.
Seperti hari yang sudah dan akan tetap saya jalani berkeliling dengan roda tiga saya. Kalau aku kalkulasikan selama delapan tahun mungkin jarak yang sudah aku tempuh bisa mencapai 1000 kilometer bahkan lebih.
Dari sekian perjalanan hari ini adalah hari yang terberat. Aku sadar kalau semua ini kesalahanku yang tanpa perhitungan dan imbasnya aku harus menempuh rute perjalanan yang buruk.

SEMUA MURNI KARENA KESALAHANKU
Sebuah perumahan baru di kembangkan sekitar 2 tahun yang lalu, yang belum selesai dan aku sudah terburu nafsu ingin mengelilinginya. Aku berharap ini pemandangan yang terakhir, pemandangan yang tak indah tapi asyik untuk jadi bahan cerita saja.
Harusnya aku pahami dulu rutenya, dari bagaimana jalannya atau sudah layakkah aku tawarkan dagangan saya?

Aku memperkirakan tinggi jalan ini sekitar tujuh meter dari tanah persawahan dan panjangnya sekitar dua puluh meter

WALAU PUN AKU KECIL TAPI AKU KUAT
Tenang aku masih kuat dan aku yakin bisa untuk sampai kesana tanpa bantuan siapa pun.
Yang aku hanya butuhkan hanya sepotong batang bambu, yang aku pakai sebagai pengganjal roda belakangku saat nanti nafasku tinggal separuh.

Foto jalan Ini aku ambil setelah aku parkirkan grobag saya di atas, aku sengaja balik lagi kebawah untuk ambil alas kaki saya yang tadi aku lepas😀


Dan ini adalah jurang di samping kanan saya, ngeri rasanya kalau sampai grobag saya jatuh kebawah.
Dan pasti tak ada yang mau menolongku, karena daerah ini masih sepi jarang kendaraan yang melintasinya. Hanya aku saja yang tertipu oleh angan-anganku.
Semoga jalan ini adalah jalan terakhir yang aku temui selama hidupku. Jadi mari kita nikmati apa yang bisa aku suguhkan kali ini. Terima kasih untuk waktunya.